Fak Fak Guide | Papua Guide | Indonesia | Berita
Puluhan mantan buruh PT Prabu Alaska, Fak Fak, Papua, berunjuk rasa ke Istana Merdeka. Mereka menuntut uang pesangon dan gaji yang belum dibayar.
Para buruh ini tiba di depan Istana Merdeka Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (22/8/2006), sekitar pukul 09.30 WIB. Mereka langsung menempatkan diri di lokasi yang disediakan aparat keamanan untuk berunjuk rasa.
Dalam orasinya, para buruh ini mengaku telah di-PHK secara sepihak oleh PT Prabu Alaska 2 tahun lalu. Namun hingga kini perusahaan yang memproduksi playwoods itu tidak juga membayarkan uang pesangon.
"Kami juga telah ditelantarkan selama 1 tahun. Selama itu pula gaji kami semua tidak dibayar," kata Hermanus, koordinator aksi para buruh.
Para buruh ini mendesak Presiden SBY memerintahkan Kapolri Jenderal Sutanto segera menangkap bos PT Prabu Alaska Po Suwandi, yang telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Mereka ingin masalah ini bisa cepat dituntaskan.
Menurut Hermanus, nasib para buruh ini sangat memprihatinkan. Mereka berada di Jakarta sejak tahun 2005. Selama ini mereka menduduki rumah Po Suwandi di Taman Millenium, Lippo Karawaci, Tangerang.
"Untuk sekadar bisa hidup, kami terpaksa kerja serabutan. Ada yang jadi tukang cuci mobil dan sebagainya. Sebagian bantuan juga diberikan oleh gereja," tutur Hermanus.
Dalam aksinya, para buruh ini membentangkan sebuah spanduk besar. Spanduk berwarna putih itu bertuliskan 'Kami eks Karyawan PT Prabu Alaskan Fak Fak Papua Menuntut Pembayaran Gaji Selama 2 Tahun dan Pesangon oleh Po Suwandi'.
Seluruh pengunjuk rasa mengenakan ikat kepala putih yang ditulisi 'Fak Fak Papua'. Berbagai poster juga mereka usung. Salah satunya berbunyi 'Bapak Presiden Anak Kami Sudah 2 Tahun Putus Sekolah di Papua'.
Aksi ini dijaga oleh puluhan orang polisi. Karena jumlahnya tidak begitu banyak, unjuk rasa para buruh ini tidak mengganggu arus lalu lintas di depan Istana Merdeka.
sumber detik news
Selasa, 22 Juli 2008
Minggu, 20 Juli 2008
Teluk Bintuni Guide | Papua Barat | Indonesia | Berita
Teluk Bintuni Guide | Papua Barat | Indonesia | Berita
Kehadiraan berbagai perusahaan besar di Teluk Bintuni saat ini telah memberikan dampak negatif pada komunitas hutan Mangrove di kawasan teluk bintuni, pembabatan hutan mangrove dan konversi lahan hutan mangrove memang masih belum sangat terasa saat ini, namun demikian pada masa-masa akan mendatang akan semakin terasa, degradasi lingkungan terutama potensi keanekaragaman hayati akan semakin terancam pada kawasan tersebut kita tidak tahu sudah berapa banyak potensi keanekaragaman hayati yang belum diketahui nama dan manfaatnya yang sudah lenyap pada kawasan teluk bintuni. Bagian permukaan teluk bintuni yang telah di eksploitasi habis-habisan kini akan semakin dilengkapi oleh eksploitasi bagian perut bumi teluk bintuni. Kawasan cagar alam yang telah ditetapkan di kawaasan Teluk Bintuni saat ini semakin terancam, menurut hasil studi Pusat Studi Lingkungan Uncen menyatakan bahwa kawasan sumur-sumur gas BP-Pertamina nantinya ada yang berada didalam kawasan cagar alam Telum Bintuni. Dampak lingkungan terutama pada ekosistem yang berada di sekitar kawasan eksploitasi tersebut memang saat ini belum begitu terasa, karena kegiatan eksploitasi belum berlangsung. Dari informasi yang diterima, diketahui bahwa ada beberapa anak-anak yang meninggal pada kegiatan seismik dimana anak-anak tersebut telah menghirup gas yang keluar dari kegiatan tersebut. Kejadian ini setidaknya memberikan tanda-tanda pada kita bahwa kegiatan eksploitasi gas tersebut nantinya akan memberikan dampak negatif pada kesehatan manusia di kawasan teluk bintuni.
Kehadiraan berbagai perusahaan besar di Teluk Bintuni saat ini telah memberikan dampak negatif pada komunitas hutan Mangrove di kawasan teluk bintuni, pembabatan hutan mangrove dan konversi lahan hutan mangrove memang masih belum sangat terasa saat ini, namun demikian pada masa-masa akan mendatang akan semakin terasa, degradasi lingkungan terutama potensi keanekaragaman hayati akan semakin terancam pada kawasan tersebut kita tidak tahu sudah berapa banyak potensi keanekaragaman hayati yang belum diketahui nama dan manfaatnya yang sudah lenyap pada kawasan teluk bintuni. Bagian permukaan teluk bintuni yang telah di eksploitasi habis-habisan kini akan semakin dilengkapi oleh eksploitasi bagian perut bumi teluk bintuni. Kawasan cagar alam yang telah ditetapkan di kawaasan Teluk Bintuni saat ini semakin terancam, menurut hasil studi Pusat Studi Lingkungan Uncen menyatakan bahwa kawasan sumur-sumur gas BP-Pertamina nantinya ada yang berada didalam kawasan cagar alam Telum Bintuni. Dampak lingkungan terutama pada ekosistem yang berada di sekitar kawasan eksploitasi tersebut memang saat ini belum begitu terasa, karena kegiatan eksploitasi belum berlangsung. Dari informasi yang diterima, diketahui bahwa ada beberapa anak-anak yang meninggal pada kegiatan seismik dimana anak-anak tersebut telah menghirup gas yang keluar dari kegiatan tersebut. Kejadian ini setidaknya memberikan tanda-tanda pada kita bahwa kegiatan eksploitasi gas tersebut nantinya akan memberikan dampak negatif pada kesehatan manusia di kawasan teluk bintuni.
Kehadiraan berbagai perusahaan besar di Teluk Bintuni saat ini telah memberikan dampak negatif pada komunitas hutan Mangrove di kawasan teluk bintuni, pembabatan hutan mangrove dan konversi lahan hutan mangrove memang masih belum sangat terasa saat ini, namun demikian pada masa-masa akan mendatang akan semakin terasa, degradasi lingkungan terutama potensi keanekaragaman hayati akan semakin terancam pada kawasan tersebut kita tidak tahu sudah berapa banyak potensi keanekaragaman hayati yang belum diketahui nama dan manfaatnya yang sudah lenyap pada kawasan teluk bintuni. Bagian permukaan teluk bintuni yang telah di eksploitasi habis-habisan kini akan semakin dilengkapi oleh eksploitasi bagian perut bumi teluk bintuni. Kawasan cagar alam yang telah ditetapkan di kawaasan Teluk Bintuni saat ini semakin terancam, menurut hasil studi Pusat Studi Lingkungan Uncen menyatakan bahwa kawasan sumur-sumur gas BP-Pertamina nantinya ada yang berada didalam kawasan cagar alam Telum Bintuni. Dampak lingkungan terutama pada ekosistem yang berada di sekitar kawasan eksploitasi tersebut memang saat ini belum begitu terasa, karena kegiatan eksploitasi belum berlangsung. Dari informasi yang diterima, diketahui bahwa ada beberapa anak-anak yang meninggal pada kegiatan seismik dimana anak-anak tersebut telah menghirup gas yang keluar dari kegiatan tersebut. Kejadian ini setidaknya memberikan tanda-tanda pada kita bahwa kegiatan eksploitasi gas tersebut nantinya akan memberikan dampak negatif pada kesehatan manusia di kawasan teluk bintuni.
Kehadiraan berbagai perusahaan besar di Teluk Bintuni saat ini telah memberikan dampak negatif pada komunitas hutan Mangrove di kawasan teluk bintuni, pembabatan hutan mangrove dan konversi lahan hutan mangrove memang masih belum sangat terasa saat ini, namun demikian pada masa-masa akan mendatang akan semakin terasa, degradasi lingkungan terutama potensi keanekaragaman hayati akan semakin terancam pada kawasan tersebut kita tidak tahu sudah berapa banyak potensi keanekaragaman hayati yang belum diketahui nama dan manfaatnya yang sudah lenyap pada kawasan teluk bintuni. Bagian permukaan teluk bintuni yang telah di eksploitasi habis-habisan kini akan semakin dilengkapi oleh eksploitasi bagian perut bumi teluk bintuni. Kawasan cagar alam yang telah ditetapkan di kawaasan Teluk Bintuni saat ini semakin terancam, menurut hasil studi Pusat Studi Lingkungan Uncen menyatakan bahwa kawasan sumur-sumur gas BP-Pertamina nantinya ada yang berada didalam kawasan cagar alam Telum Bintuni. Dampak lingkungan terutama pada ekosistem yang berada di sekitar kawasan eksploitasi tersebut memang saat ini belum begitu terasa, karena kegiatan eksploitasi belum berlangsung. Dari informasi yang diterima, diketahui bahwa ada beberapa anak-anak yang meninggal pada kegiatan seismik dimana anak-anak tersebut telah menghirup gas yang keluar dari kegiatan tersebut. Kejadian ini setidaknya memberikan tanda-tanda pada kita bahwa kegiatan eksploitasi gas tersebut nantinya akan memberikan dampak negatif pada kesehatan manusia di kawasan teluk bintuni.
Senin, 14 Juli 2008
Fak Fak Guide | Papua Guide | Indonesia | Berita
Fak Fak Guide | Papua Guide | Indonesia | Berita
FAKFAK-Jumlah calon haji untuk musim haji 2008 di Kabupaten Fakfak dan Kaimana terus bertambah padahal kuato haji untuk kedua kabupaten ini hanya tersedia sebanyak 57 kuota calon jamaah haji.
Tentunya dengan bertambahnya jumlah calon jamaah haji, musim haji tahun 2008 yang telah melebihi kuota yang ditentukan sebanyak 57 CJH turut membuat pusing pihak penyelenggaraan haji Kandep Agama Fakfak Janasi Pemerintah Kabupaten Fakfak.
Jumlah calon jamaah haji musim haji 2008 dari Kabupaten Fakfak dan Kaimana yang telah terdaftar hingga saat ini telah mencapai 205 orang dan pada umumnya mereka yang telah mendaftarkan diri ini telah menyetor yang muka sebesar Rp 20 Juta melalui Bank yang ditunjuk.
Pihak penyelenggaraan haji Kandep Agama Fakfak Janasi Pemerintah Kabupaten Fakfak, yang dihubungi Koran ini mengatakan, dengan melihat kondisi bertambahnya jumlah calon jamaah haji Kabupaten Fakfak dan Kaimana yang telah melebihi kuota. Langkah yang telah ditempuh dengan mengajukan usulan ke Direktorat Jenderal Urusan Haji Departemen Agama.
“Usulan yang diajukan ke Direktorat Jenderal Urusan Haji Departemen Agama dengan maksud agar kuota calon jamaah haji untuk kedua kabupaten ini dapat ditambah,” tandas pihak penyelenggaraan haji Kandep Agama Fakfak.
Sehingga sampai kini terkait dengan permohonan penambahaan kuota jamaah haji tahun haji 2008 untuk Kabupaten Fakfak dan Kaimana, masih menunggu informasi lebih lanjut dari pusat. Pengaturan calon haji yang nantinya diberangkatkan ke tanah suci tidak ada penentu skala prioritas, namun berdasarkan nomor urut porsi. Artinya mereka yang lebih dulu mendaftarkan, secara otomatis akan mendapat kesempatan melaksanakan rukun Islam ke lima di tanah suci.
Dikatakannya, sesuai dengan hasil kordinasi dengan pihak Bank dari 57 calon haji asal Kabupaten Fakfak dan Kaimana yang nantinya diberangkatkan ke Mekah Arab Saudi ternyata baru sebagian yang melunasi BPIH. Walaupun begitu sampai saat ini pemerintah memang belum menetapkan besarnya biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) 2008, namun menurut Janasi, penetapan BPIH akan dipengaruhi perkembangan kurs dolar dan jika nilai tukar rupiah terhadap dolar pada kisaran Rp. 9.300,- maka BPIH diperkirakan mencapai Rp. 34 juta lebih.
Lebih lajut kata Janasi, agar seluruh calon haji Kabupaten Fakfak bisa mandiri dalam melaksanakan ibadah haji maka sebelum diberangkatkan para calon jamaah haji akan dibekali dengan berbagai pengetahuan tentang tata cara ibadah haji sesuai syarat dan rukun–rukun haji.
FAKFAK-Jumlah calon haji untuk musim haji 2008 di Kabupaten Fakfak dan Kaimana terus bertambah padahal kuato haji untuk kedua kabupaten ini hanya tersedia sebanyak 57 kuota calon jamaah haji.
Tentunya dengan bertambahnya jumlah calon jamaah haji, musim haji tahun 2008 yang telah melebihi kuota yang ditentukan sebanyak 57 CJH turut membuat pusing pihak penyelenggaraan haji Kandep Agama Fakfak Janasi Pemerintah Kabupaten Fakfak.
Jumlah calon jamaah haji musim haji 2008 dari Kabupaten Fakfak dan Kaimana yang telah terdaftar hingga saat ini telah mencapai 205 orang dan pada umumnya mereka yang telah mendaftarkan diri ini telah menyetor yang muka sebesar Rp 20 Juta melalui Bank yang ditunjuk.
Pihak penyelenggaraan haji Kandep Agama Fakfak Janasi Pemerintah Kabupaten Fakfak, yang dihubungi Koran ini mengatakan, dengan melihat kondisi bertambahnya jumlah calon jamaah haji Kabupaten Fakfak dan Kaimana yang telah melebihi kuota. Langkah yang telah ditempuh dengan mengajukan usulan ke Direktorat Jenderal Urusan Haji Departemen Agama.
“Usulan yang diajukan ke Direktorat Jenderal Urusan Haji Departemen Agama dengan maksud agar kuota calon jamaah haji untuk kedua kabupaten ini dapat ditambah,” tandas pihak penyelenggaraan haji Kandep Agama Fakfak.
Sehingga sampai kini terkait dengan permohonan penambahaan kuota jamaah haji tahun haji 2008 untuk Kabupaten Fakfak dan Kaimana, masih menunggu informasi lebih lanjut dari pusat. Pengaturan calon haji yang nantinya diberangkatkan ke tanah suci tidak ada penentu skala prioritas, namun berdasarkan nomor urut porsi. Artinya mereka yang lebih dulu mendaftarkan, secara otomatis akan mendapat kesempatan melaksanakan rukun Islam ke lima di tanah suci.
Dikatakannya, sesuai dengan hasil kordinasi dengan pihak Bank dari 57 calon haji asal Kabupaten Fakfak dan Kaimana yang nantinya diberangkatkan ke Mekah Arab Saudi ternyata baru sebagian yang melunasi BPIH. Walaupun begitu sampai saat ini pemerintah memang belum menetapkan besarnya biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) 2008, namun menurut Janasi, penetapan BPIH akan dipengaruhi perkembangan kurs dolar dan jika nilai tukar rupiah terhadap dolar pada kisaran Rp. 9.300,- maka BPIH diperkirakan mencapai Rp. 34 juta lebih.
Lebih lajut kata Janasi, agar seluruh calon haji Kabupaten Fakfak bisa mandiri dalam melaksanakan ibadah haji maka sebelum diberangkatkan para calon jamaah haji akan dibekali dengan berbagai pengetahuan tentang tata cara ibadah haji sesuai syarat dan rukun–rukun haji.
Fak Fak Guide | Papua Guide | Indonesia | Komoditi
Fak Fak Guide | Papua Guide | Indonesia | Komoditi
No Sektor / Komoditi Unggulan / Tidak Deskripsi
11 Tersier-Jasa:Obyek Wisata Unggulan Obyek Wisata meliputi Pantai Pasir Putih, Pantai Wayob, Air Tejun Maredred, Air Terjun Tagor dan beberapa Goa Wisata
Sumber Data:
Peta Komoditi Sektor Primer di Indonesia Thn 2005, Penyusunan Peta Komoditas Unggulan Sektor Sekunder Diwilayah Provinsi Thn 2006, Profil Daerah Komoditi Andalan Provinsi Papua Barat
Badan Koordinasi Penanaman Modal, Dinas Perindagkop & Penanaman Modal Provinsi Papua Barat
Jl. Gatot Subroto No. 44 Jakarta
Telp 021-5252008
No Sektor / Komoditi Unggulan / Tidak Deskripsi
11 Tersier-Jasa:Obyek Wisata Unggulan Obyek Wisata meliputi Pantai Pasir Putih, Pantai Wayob, Air Tejun Maredred, Air Terjun Tagor dan beberapa Goa Wisata
Sumber Data:
Peta Komoditi Sektor Primer di Indonesia Thn 2005, Penyusunan Peta Komoditas Unggulan Sektor Sekunder Diwilayah Provinsi Thn 2006, Profil Daerah Komoditi Andalan Provinsi Papua Barat
Badan Koordinasi Penanaman Modal, Dinas Perindagkop & Penanaman Modal Provinsi Papua Barat
Jl. Gatot Subroto No. 44 Jakarta
Telp 021-5252008
Fak Fak Guide | Papua Guide | Indonesia | Sarana
Fak Fak Guide | Papua Guide | Indonesia | Sarana
Sarana Listrik
Jenis Pembangkit -
Kapasitas Terpasang 6.82 MW
Kemampuan Daya - MW
Produksi 13,273.92 MWh
Sarana Gas
Jenis Pembangkit -
Kapasitas Terpasang - M³
Produksi - M³
Sarana Air Bersih PDAM
Kapasitas Terpasang 56.00 Liter/detik
Produksi 33.00 Liter/detik
Distribusi/Terjual - M³/tahun
Sarana Air Bersih Swasta
Kapasitas Terpasang - Liter/detik
Produksi - Liter/detik
Distribusi/Terjual - M³/tahun
Sarana Listrik
Jenis Pembangkit -
Kapasitas Terpasang 6.82 MW
Kemampuan Daya - MW
Produksi 13,273.92 MWh
Sarana Gas
Jenis Pembangkit -
Kapasitas Terpasang - M³
Produksi - M³
Sarana Air Bersih PDAM
Kapasitas Terpasang 56.00 Liter/detik
Produksi 33.00 Liter/detik
Distribusi/Terjual - M³/tahun
Sarana Air Bersih Swasta
Kapasitas Terpasang - Liter/detik
Produksi - Liter/detik
Distribusi/Terjual - M³/tahun
Fak Fak Guide | Papua Guide | Indonesia | Komoditi
Fak Fak Guide | Papua Guide | Indonesia | Komoditi
No Sektor / Komoditi Unggulan / Tidak Deskripsi
1 Primer-Perikanan:Perikanan Tangkap Unggulan
2 Primer-Perkebunan:Kelapa Sawit Unggulan
3 Primer-Perkebunan:Kakao Unggulan
4 Primer-Perkebunan:Kopi Unggulan
5 Primer-Perkebunan:Kelapa Unggulan
6 Sekunder-Industri:Industri Pengalengan Ikan Unggulan
7 Sekunder-Industri:Industri Tepung Ikan Unggulan
8 Sekunder-Industri:Industri Ikan Beku Unggulan
9 Primer-Perkebunan:Pala Unggulan
10 Primer-Perkebunan:Cengkeh Unggulan
Bahan baku & Ketersediaan di daerah (Untuk Kom. Sekunder Tersier) Perikanan Tangkap (22,411.00 ton)
Produksi Tahun Terakhir (2004) : 21,235.00 ton
Sumber Data:
Peta Komoditi Sektor Primer di Indonesia Thn 2005, Penyusunan Peta Komoditas Unggulan Sektor Sekunder Diwilayah Provinsi Thn 2006, Profil Daerah Komoditi Andalan Provinsi Papua Barat
No Sektor / Komoditi Unggulan / Tidak Deskripsi
1 Primer-Perikanan:Perikanan Tangkap Unggulan
2 Primer-Perkebunan:Kelapa Sawit Unggulan
3 Primer-Perkebunan:Kakao Unggulan
4 Primer-Perkebunan:Kopi Unggulan
5 Primer-Perkebunan:Kelapa Unggulan
6 Sekunder-Industri:Industri Pengalengan Ikan Unggulan
7 Sekunder-Industri:Industri Tepung Ikan Unggulan
8 Sekunder-Industri:Industri Ikan Beku Unggulan
9 Primer-Perkebunan:Pala Unggulan
10 Primer-Perkebunan:Cengkeh Unggulan
Bahan baku & Ketersediaan di daerah (Untuk Kom. Sekunder Tersier) Perikanan Tangkap (22,411.00 ton)
Produksi Tahun Terakhir (2004) : 21,235.00 ton
Sumber Data:
Peta Komoditi Sektor Primer di Indonesia Thn 2005, Penyusunan Peta Komoditas Unggulan Sektor Sekunder Diwilayah Provinsi Thn 2006, Profil Daerah Komoditi Andalan Provinsi Papua Barat
Jumat, 11 Juli 2008
Fak Fak Guide | Papua Barat | Indonesia | Perikanan
Fak Fak Guide | Papua Barat | Indonesia | Perikanan
Potensi yang Sudah Digunakan (Ton) 21,235.00
Sumber Data:
Peta Komoditi Sektor Primer dan Pengkajian Peluang Pasar Serta Peluang Investasinya di Indonesia Thn 2005
Badan Koordinasi Penanaman Modal
Jl. Gatot Subroto No. 44 Jakarta
Telp 021-5252008
Fax 021-5227609
Potensi yang Sudah Digunakan (Ton) 21,235.00
Sumber Data:
Peta Komoditi Sektor Primer dan Pengkajian Peluang Pasar Serta Peluang Investasinya di Indonesia Thn 2005
Badan Koordinasi Penanaman Modal
Jl. Gatot Subroto No. 44 Jakarta
Telp 021-5252008
Fax 021-5227609
Langganan:
Postingan (Atom)