Selasa, 22 Juli 2008

Fak Fak Guide | Papua Guide | Indonesia | Berita

Fak Fak Guide | Papua Guide | Indonesia | Berita

Puluhan mantan buruh PT Prabu Alaska, Fak Fak, Papua, berunjuk rasa ke Istana Merdeka. Mereka menuntut uang pesangon dan gaji yang belum dibayar.

Para buruh ini tiba di depan Istana Merdeka Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (22/8/2006), sekitar pukul 09.30 WIB. Mereka langsung menempatkan diri di lokasi yang disediakan aparat keamanan untuk berunjuk rasa.

Dalam orasinya, para buruh ini mengaku telah di-PHK secara sepihak oleh PT Prabu Alaska 2 tahun lalu. Namun hingga kini perusahaan yang memproduksi playwoods itu tidak juga membayarkan uang pesangon.

"Kami juga telah ditelantarkan selama 1 tahun. Selama itu pula gaji kami semua tidak dibayar," kata Hermanus, koordinator aksi para buruh.

Para buruh ini mendesak Presiden SBY memerintahkan Kapolri Jenderal Sutanto segera menangkap bos PT Prabu Alaska Po Suwandi, yang telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Mereka ingin masalah ini bisa cepat dituntaskan.

Menurut Hermanus, nasib para buruh ini sangat memprihatinkan. Mereka berada di Jakarta sejak tahun 2005. Selama ini mereka menduduki rumah Po Suwandi di Taman Millenium, Lippo Karawaci, Tangerang.

"Untuk sekadar bisa hidup, kami terpaksa kerja serabutan. Ada yang jadi tukang cuci mobil dan sebagainya. Sebagian bantuan juga diberikan oleh gereja," tutur Hermanus.

Dalam aksinya, para buruh ini membentangkan sebuah spanduk besar. Spanduk berwarna putih itu bertuliskan 'Kami eks Karyawan PT Prabu Alaskan Fak Fak Papua Menuntut Pembayaran Gaji Selama 2 Tahun dan Pesangon oleh Po Suwandi'.

Seluruh pengunjuk rasa mengenakan ikat kepala putih yang ditulisi 'Fak Fak Papua'. Berbagai poster juga mereka usung. Salah satunya berbunyi 'Bapak Presiden Anak Kami Sudah 2 Tahun Putus Sekolah di Papua'.

Aksi ini dijaga oleh puluhan orang polisi. Karena jumlahnya tidak begitu banyak, unjuk rasa para buruh ini tidak mengganggu arus lalu lintas di depan Istana Merdeka.

sumber detik news

Tidak ada komentar: