Minggu, 20 Juli 2008

Teluk Bintuni Guide | Papua Barat | Indonesia | Berita

Teluk Bintuni Guide | Papua Barat | Indonesia | Berita

Kehadiraan berbagai perusahaan besar di Teluk Bintuni saat ini telah memberikan dampak negatif pada komunitas hutan Mangrove di kawasan teluk bintuni, pembabatan hutan mangrove dan konversi lahan hutan mangrove memang masih belum sangat terasa saat ini, namun demikian pada masa-masa akan mendatang akan semakin terasa, degradasi lingkungan terutama potensi keanekaragaman hayati akan semakin terancam pada kawasan tersebut kita tidak tahu sudah berapa banyak potensi keanekaragaman hayati yang belum diketahui nama dan manfaatnya yang sudah lenyap pada kawasan teluk bintuni. Bagian permukaan teluk bintuni yang telah di eksploitasi habis-habisan kini akan semakin dilengkapi oleh eksploitasi bagian perut bumi teluk bintuni. Kawasan cagar alam yang telah ditetapkan di kawaasan Teluk Bintuni saat ini semakin terancam, menurut hasil studi Pusat Studi Lingkungan Uncen menyatakan bahwa kawasan sumur-sumur gas BP-Pertamina nantinya ada yang berada didalam kawasan cagar alam Telum Bintuni. Dampak lingkungan terutama pada ekosistem yang berada di sekitar kawasan eksploitasi tersebut memang saat ini belum begitu terasa, karena kegiatan eksploitasi belum berlangsung. Dari informasi yang diterima, diketahui bahwa ada beberapa anak-anak yang meninggal pada kegiatan seismik dimana anak-anak tersebut telah menghirup gas yang keluar dari kegiatan tersebut. Kejadian ini setidaknya memberikan tanda-tanda pada kita bahwa kegiatan eksploitasi gas tersebut nantinya akan memberikan dampak negatif pada kesehatan manusia di kawasan teluk bintuni.

Kehadiraan berbagai perusahaan besar di Teluk Bintuni saat ini telah memberikan dampak negatif pada komunitas hutan Mangrove di kawasan teluk bintuni, pembabatan hutan mangrove dan konversi lahan hutan mangrove memang masih belum sangat terasa saat ini, namun demikian pada masa-masa akan mendatang akan semakin terasa, degradasi lingkungan terutama potensi keanekaragaman hayati akan semakin terancam pada kawasan tersebut kita tidak tahu sudah berapa banyak potensi keanekaragaman hayati yang belum diketahui nama dan manfaatnya yang sudah lenyap pada kawasan teluk bintuni. Bagian permukaan teluk bintuni yang telah di eksploitasi habis-habisan kini akan semakin dilengkapi oleh eksploitasi bagian perut bumi teluk bintuni. Kawasan cagar alam yang telah ditetapkan di kawaasan Teluk Bintuni saat ini semakin terancam, menurut hasil studi Pusat Studi Lingkungan Uncen menyatakan bahwa kawasan sumur-sumur gas BP-Pertamina nantinya ada yang berada didalam kawasan cagar alam Telum Bintuni. Dampak lingkungan terutama pada ekosistem yang berada di sekitar kawasan eksploitasi tersebut memang saat ini belum begitu terasa, karena kegiatan eksploitasi belum berlangsung. Dari informasi yang diterima, diketahui bahwa ada beberapa anak-anak yang meninggal pada kegiatan seismik dimana anak-anak tersebut telah menghirup gas yang keluar dari kegiatan tersebut. Kejadian ini setidaknya memberikan tanda-tanda pada kita bahwa kegiatan eksploitasi gas tersebut nantinya akan memberikan dampak negatif pada kesehatan manusia di kawasan teluk bintuni.

Tidak ada komentar: